Saturday, January 26, 2008

Rapat Konsolidasi KKPI 2008

Rapat Konsolidasi KKPI yang berlangsung dari tanggal 24-26 Januari 2008 di gedung Nakula SGB VEDC Malang diikuti oleh:
- Bagiono, Khalid Mustafa, Cucu Sukmana (BPKLN Depdiknas Jkt)
- Wahyu Sakti (UM Malang)
- Romi Satria Wahono (IlmuKomputer.com)
- Wismanu, M. Rafie, Hendri MS, Siyamta, Siswati, Endah (VEDC Malang)
- Djoko Parwanto (Pengembang KKPI)


Ada beberapa hal yang dibahas dalam acara tersebut antara lain :

1. Penyebutan nama Pusat Pengembang KKPI VEDC Malang diusulkan diubah menjadi Sentra KKPI VEDC Malang

2. Mengingat perkembangan dan pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan informasi sangat berkembang, maka pembuatan Modul KKPI Edisi 2008 diusulkan untuk segera dilakukan dengan menambahkan beberapa informasi tentang:
  • Pemanfaatan perangkat mobile phone sebagai sarana untuk mengelola informasi
  • Informasi mengenai jenis-jenis koneksi ysng dapat dilakukan dengan memanfaatkan perangkat mobile phone (seperti GPRS, CDMA, dan 3G)
  • Instalasi perangkat pendukung koneksi dengan memanfaatkan perangkat mobile phone (kabel data, bluetooth, dan infra merah)
  • • Pengembangan materi tentang pengelolaan informasi (Romi)
3. Mempertibangkan penerbitan Buku KKPI dengan kemasan khusus, mengingat tidak semua sekolah yang membutuhkan modul KKPI belum bisa mendownload dari internet dan ada kalanya membaca materi dari buku lebih efektif daripada membaca di komputer

4. Sentra KKPI VEDC Malang harus menyertakan lisensi terhadap semua dokumen yang dikeluarkan.

5. mempercepat penyebaran informasi tentang KKPI, dapat dilakukan beberapa cara antara lain:
  • menempatkan situs KKPI pada server di sentra data yang stabil
  • seluruh dokumen KKPI dalam bentuk softcopy dan hardcopy dibuka untuk umum, kecuali dokumen ujian daring (online)
  • membudayakan menulis sesuatu yang berhubungan dengan pengembangan KKPI melalui blog
6. Segera dilaksanakan rakor KKPI 2008 yang membahas antara lain sertifikasi ulang bagi instruktur dan asesor

Sertifikasi Asesor KKPI Angkatan 24

Sertifikasi Asesor KKPI angkatan 24 yang dilaksanakan mulai tanggal 22-28 Januari 2008 di VEDC Malang diikuti 16 peserta dari 10 lembaga (SMK dan Perguruan Tinggi)

Berikut daftar nama calon Asesor KKPI:
  1. AGUS HUSNA gust_wb@yahoo.com
  2. AGUS ADIBIL MUHTAR S.Pd.Si billy_muhtar@yahoo.com
  3. ALGAMAR, S,Si algamar78@yahoo.com
  4. DEVI KAROLITA, S.Kom devi_karolita@yahoo.com
  5. DADANG PRIYANTO, M.Kom dadang_tetis@yahoo.com
  6. Drs.JADIAMAN PARHURIP,M.kom jadiaman@yahoo.com
  7. IKA SETYAWATI ika_s2003@yahoo.com
  8. ENNY DWI OKTAVIYANI, ST nonie031081@yahoo.com
  9. EKA PERMANA, ST akasemiksbg@yahoo.com
  10. DYAN NURYAHYA mio3360_lover@yahoo.com
  11. EDY SUPRYADY anditya_tik@yahoo.com
  12. DJAROT NUGROHO mbahdj@yahoo.com
  13. NOEN KAMAL M noen.kamal@gmail.com
  14. ROSNAWATI RAHMAN sweety_yellowus@yahoo.com
  15. SAMSI, Spd
Adapun kegiatan yang dilaksanakan selama kegiatan antara lain: penjelasan tentang, sertifikasi KKPI, pengembangan modul dan soal, praktek mengajar, ujian teori dan praktek setiap modul. Selain itu para peserta ujian kesabaran karena ujian yang diikuti sifatnya online (random soal & random jawaban). Soooo ujian kesabarannya dimana? Hari ini di VEDC sdh 3 kali mati lampu artinya koneksi terputus dan ujian pun terputus, dengan demikian peserta harus menunggu koneksi dan berharap soal yg dilayar komputer tidak berubah...., aduh.... maaf ya...PLN tdk kordinasi kalau mau matikan lampunya dan jalur lisrtrik yang dilewati intranet VEDC tidak semua ber-UPS

Apa ya! yang dilakukan saat mati lampu? Foto bersama aja dehh..., kebetulan pada saat ujian juga berlangsung rapat Konsolidasi KKPI yang ikuti oleh Tim KKPI


Tim KKPI yang terlihat di foto Bagiono DS, Khalid Mustafa, Rafie, Wahyu Sakti Farid Zurniawan, Romi SW (ilmukomputer.com)


Beginilah kondisi ruangan dan peserta pada saat ujian online berlangsung

Tuesday, January 15, 2008

Kekuatan Pikiran

Dikisahkan, ada seorang ibu yang sangat menyayangi putra tunggalnya. Karena rasa kuatir yang sangat, ditambah maraknya berita penculikan di media massa, si ibu pun memberi nasihat kepada putranya, "Nak, kalau matahari sudah tidak bersinar lagi, jangan keluar rumah ya. Karena saat gelap seperti itulah roh jahat mulai bermunculan. Ada yang disebut kuntilanak, genderuwo, dan lain-lain. Pokoknya mahkluk jelek, hitam, dan jahat. Maka belajar baik-baik di dalam rumah saja ya, terutama malam hari, oke?". Sang anak, yang sedikit penakut, dengan senang hati mematuhi nasehat ibunya.

Setelah beranjak remaja, si anak tumbuh menjadi pemuda cilik yang penakut dan pengecut. Seringkali, ketakutannya yang berlebihan itu terbawa-bawa dalam mimpi. Tidak jarang, ketika tidur ia tiba-tiba terbangun dengan berteriak histeris serta bersimbah peluh ketakutan. Kedua orangtuanya pun menjadi khawatir melihat perkembangan jiwa si anak. Berbagai nasehat bernada menghibur yang disampaikan si orangtua kepada anaknya tidak bermanfaat sama sekali. Bahkan, kadang si anak justru merasa orangtuanya berusaha mencelakai dia.

Suatu hari, sang kakek mendengar kondisi cucunya tersebut. Maka, ia pun segera menyempatkan diri berkunjung ke rumah anaknya. Setelah memikirkan dengan seksama, suatu sore, si kakek mengajak cucunya berjalan-jalan ke pasar malam bersama-sama dengan beberapa orang tetangga dan teman si cucu. Sesampainya di pasar malam itu, mereka pun bersenang-senang. Sang cucu dan teman-temannya bermain dan melihat berbagai pertunjukkan hingga malam hari. Setelah puas dan lelah bermain, mereka pun berjalan kaki pulang ke rumah.

Tiba di rumah, si kakek meneruskan berbincang santai dengan cucunya. "Cucuku, terang dan gelap adalah sifat alam. Tidak ada hubungannya dengan roh gentayangan dan kejahatan. Sudah kita buktikan sendiri, kan? Bukankah sepanjang jalan dalam kegelapan tadi tidak ada satu pun roh jahat yang mengganggu? Ketahuilah, roh jahat hanya ada di pikiran kamu sendiri. Usir dia dari pikiranmu, maka tidak akan ada yang namanya roh jahat di muka bumi ini. Kakek yang sudah setua ini telah membuktikan sendiri. Ketakutan hanya ada di pikiran kita. Gunakan pikiranmu untuk hal-hal yang baik, maka engkau akan membuat segalanya menjadi baik, indah, dan membahagiakan."

Demikianlah, berkat kata-kata bijak dari si kakek, lewat proses waktu, akhirnya si cucu mampu mengubah mindset dan memiliki kesehatan mentalitas yang positif. Ia pun tumbuh jadi pemuda yang pemberani.

Pembaca yang budiman,
Mendidik anak dengan nada ancaman atau dengan menakutinya, walaupun untuk tujuan yang baik, bisa berdampak buruk dan merusak kesehatan mental, bila tidak disertai dengan pengertian benar! Hukum pikiran bersifat universal dan berlaku untuk siapa saja, baik anak-anak atau orang dewasa, yakni you are what you think, Anda adalah apa yang Anda pikirkan! Maka, apa yang kita pikirkan, itulah yang akan terjadi. You are what you believe, Anda adalah apa yang Anda percayai! Karena itu, kalau yang kita tanamkan ke dalam pikiran kita setiap hari adalah hal-hal yang negatif, dampaknya akan destruktif atau merusak. Sebaliknya, kalau baik dan positif sifatnya, tentu dampak dalam kehidupan kita akan menjadi positif dan konstruktif.

Salam Sukses Luar Biasa!!!!

(Sumber: Kekuatan Pikiran oleh Andrie Wongso)

I Love Monday!!!!

"Adanya tujuan memberikan alasan bagi kita untuk bangun setiap pagi" -- Heather Hennessey, usia 15 tahun

Weekend telah berlalu. Kini, datanglah hari Senin. Hari yang semestinya bisa mengggelegakkan semangat. Maklum, hari baru, haruslah semangat pun baru. Namun, yang terjadi, sesungguhnya kita disuguhkan sebuah rutinitas yang menjengkelkan. Terbayang jalanan macet dan pekerjaan menumpuk menanti di depan mata. Banyak orang menarik napas ketika hari Senin datang kembali.

Dapat dimaklumi, bila banyak orang menyambut hari Senin dengan rasa malas. Sebuah studi menyatakan bahwa stres yang muncul pada hari Senin terjadi pada jam-jam di awal pekerjaan, yang biasanya dimulai pada pukul 08.00-09.00. Yang bikin runyam, serangan jantung di kantor atau di tempat kerja meningkat pada saat-saat tersebut. Ternyata mayoritas dari mereka mengalami apa yang disebut serangan penyakit hari Senin alias "monday's disease".

Kondisi masyarakat di kota-kota besar, terlebih lagi di Jakarta, sangat merasakan betul bagaimana mereka mengalami stres lebih awal lagi. Rumah yang jauh dari kantor, berdesakan di kendaraan umum, atau menghadapi jalanan yang macet merupakan alasan mengapa mereka harus bangun lebih awal dari biasanya. Belum lagi bila musim hujan tiba, jalanan berlubang dan banjir sudah terbayang di depan mata.Konon, penyakit di hari Senin zaman dulu umumnya menimpa para buruh penyortir bulu domba atau wol. Para buruh penyortir wol pada awalnya memang sudah mengidap alergi, di mana serangan asmanya kumat setiap kali mulai masuk kerja setelah sehabis libur, yakni hari Senin. Karena merasa dirinya tersiksa oleh beban penyakit yang dideritanya, sehingga setiap hari Senin, ketika mulai bekerja kembali mereka berteriak, "I Hate Monday!"

Jelas ada perbedaan terhadap tingkat stres yang dialami para pekerja saat ini. Apakah stres menghadapi hari Senin hanya dialami pekerja saja? Ternyata kebencian terhadap hari Senin tidak hanya dialami oleh orang dewasa saja, anak kecil pun merasakan hal yang sama.

Tak heran bila kelompok musik Boomtown Rats, dimana vokalisnya Bob Geldof, membuat lagu `I Don't Like Monday', lagu yang berkisah mengenai kebencian seorang anak ketika hari Senin telah tiba. Bob Geldof terkenal dengan konser Live Aid-nya yang ditujukan untuk membantu kelaparan di Ethiopia dan terlihat marah ketika tahu kaset rekamannya dibajak oleh perusahaan kaset Indonesia.

Fenomena "penderitaan di hari Senin" dapat juga menimbulkan peluang bisnis. Sebuah kafe di Jakarta membuat acara `I like Monday' dengan penulisan `I don't like Monday' dengan coretan di kata `don't'. Beberapa bioskop juga membuat program `Nomat' alias nonton hemat. Harga karcis diturunkan agar dapat menampung lebih banyak penonton. Donald Greeley, psikolog di Carle Clinic's Sleep Laboratory di Urbana, Amerika Serikat mempunyai saran bagaimana menyiasati agar Hari Senin dapat dilalui dengan menyenangkan:

1. Bayangkanlah hal-hal yang menyenangkan
Ketika Anda tidur di hari Minggu malamnya, bayangkanlah hal-hal yang menyenangkan keesokan harinya. Judith Harlan, seorang penulis mengatakan, "Bersenang-senang berarti menikmati setiap hari. Bersenang-senang berarti menatap ke atas langit dan menarik napas dalam-dalam hanya karena rasa enak." Sebelum tidur, anda bisa membayangkan akan mendapatkan uang, bertemu teman lama yang menyenangkan atau hal-hal menyenangkan lainnya. Jangan membayangkan hal-hal yang tidak menyenangkan, misalnya pekerjaan yang bertumpuk, jalanan macet, atau hal-hal rumit lainnya.
2. Makanlah yang cukup
Persiapkan diri Anda sebelum berangkat dengan gizi yang memadai. Sarapanlah yang cukup, agar dapat menambah energi Anda. Jika Anda harus minum kopi, minumlah secukupnya. Menurut penelitian, kafein dapat membantu Anda untuk bisa berpikir lebih cepat, meningkatkan rasa riang, membuat kita merasa lebih segar dan energik. Meminum kopi dapat juga meningkatkan penampilan mental dan memori.

3. Buatlah rencana yang menyenangkan di hari Senin
Agar hari Senin dilalui dengan rasa riang, buatlah rencana-rencana yang menyenangkan hati Anda. Misalnya Anda berencana akan makan siang dengan teman-teman kantor Anda.
4. Gunakan pakaian berwarna cerah
Cara berpakaian bukan hanya menunjukkan siapa orang tersebut, `you are what you wear'. Pemilihan pakaian apa yang akan dipakai bukan hanya mempengaruhi penampilan, tetapi dapat juga mempengaruhi mood bahkan kinerja seseorang. Pakailah pakaian berwarna cerah setiap kali hari Senin tiba, karena warna cerah dapat mengalirkan energi positif dan semangat baru. Dalam buku "Colour Therapy: Pengaruh dan Kekuatan Warna dalam Kehidupan", dijelaskan bahwa warna tidak hanya dipakai sebagai sebuah estetika atau keindahan semata. Kekuatan pengaruh warna sangat besar terhadap setiap orang. Dalam kehidupan sehari-hari, tanpa sadar warna dapat mempengaruhi tubuh kita.
5. Persiapan perlengkapan kerja
Jangan lupa agar Anda mempersiapkan segala sesuatunya di hari Senin esok harinya, seperti pakaian, tas kerja, laptop, telepon seluler, agenda, dan sebagainya. Hal ini bertujuan supaya Anda tidak tergesa-gesa dan terburu-buru ketika hari Senin tiba. Bila ada sesuatu barang yang tertinggal, sudah jelas, hal itu akan merusak dan mengganggu mood Anda di pagi harinya.
6. Mulailah pekerjaan dengan kreativitas
Mulailah pekerjaan di kantor yang membutuhkan kreativitas. Kreativitas dapat membangkitkan energi dan semangat Anda bila berada dalam kondisi yang tidak mood.

Jadi ketika Anda bangun di pagi hari, ingatkan diri anda untuk menghargai setiap momen yang ada. Jangan lupa, bahwa weekend tak akan tiba sebelum hari Senin dimulai. Selamat beraktivitas. Selamat memulai aktivitas di hari Senin!

(Sumber: "I Love Monday!" oleh Sonny Wibisono)

Wednesday, January 2, 2008

Selamat Tahun Baru 2008


Selamat Tahun Baru 2008
Semoga tahun ini kami sekeluarga menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya, terutama kedekatan terhadap Sang Pencipta Alam Semesta

Aminn

Wednesday, December 12, 2007

DELAPAN PRINSIP PRAKTIS MENJADI ORANGTUA SUKSES

Untuk menciptakan suatu tim olahraga yang solid, kompak dan dinamis, cukup dibutuhkan satu pelatih yang dapat mencurahkan waku dan kemampuannya tanpa reserve. Namun, adalah sulit untuk meciptakan suatu keluarga yang kompak dan dinamis. Karena di dalam keluarga ada dua pelatih yang terlibat di dalamnya. Akan dibutuhkan komitmen baru yang berbeda sama sekali ketimbang sekedar membangun tim olahraga yang kompak.

Untuk menjadi sepasang teman atau kekasih yang saling menyayangi, mungkin tidak begitu sulit bagi pasangan suami istri. Namun untuk menjadi orangtua yang berhasil, dibutuhkan kemampuan mengatur hubungan kerjasama dan kesetaraan yang kompak, yang kerap sangat sulit dan memerlukan perlakuan khusus. Pasalnya, hadir anak-anak di tengah kehidupan pasangan suami istri.
Pasangan suami istri harus bekerja ekstra berat untuk bisa menjadi orangtua yang kompak. Perbedaan latar belakang dan sifat akan mempengaruhi sikap pasangan suami istri menerapkan pola pengasuhan anak. Masing-masing pasangan akan ‘mengklaim’ pola pengasuhan merekalah yang terbaik.

Perbedaan ini, manakala tidak dikomunikasikan dengan baik, justru akan menimbulkan persoalan serius bagi hubungan suami istri, atau hubungan mereka dengan anak-anak. Apalagi, dewasa ini semakin banyak istri memasuki lapangan kerja, sebagai pencari nafkah utama keluarga atau sekedar mendukung pendapatan suami.
Kondisi ini tentu saja ‘mengharuskan’ kaum suami lebih bijak menerima kondisi tersebut. Bahkan, kalau perlu seorang suami megambil cuti untuk menjaga anak-anak di rumah, masuk dapur dan mesin cuci, ketika istri bepergian ke luar kota untuk urusan kantor. Tentu saja kehidupan seperti ini, di tengah nilai-nilai ketimuran yang mengedepan dengan budaya patriarkhi, bisa melahirkan konflik-konflik terbuka maupun tersembunyi bagi pasangan suami istri.

Lalu, bagaimana cara terbaik untuk menghadapi persoalan-persoalan akibat adanya ‘perbedaan’ sifat dan peran itu?

Bagaimana pula mereka dapat membangun keluarga yang kompak dan menjadi orangtua sukses”Darlene Powell Hopson Ph.D, dan Derek S Hopson Ph.D, mencoba memberikan resepnya melalui kalimat-kalimat penuh makna dalam buku mereka ‘Menuju Keluarga Kompak: 8 Prinsip Menjadi Orangtua yang Sukses’. Keduanya adalah ahli psikologi klinis yang mengepalai Hopson Center for Psychologycal and Educational Services di Connecticut, AS.

Prinsip I: ‘Berdamai dengan Masa Lalu’.
“Saya merasa damai dan pasrah mengetahui bahwa masa lalu tidak mengontrol saya. Setiap hari saya memiliki kesempatan baru untuk berhubungan dengan penuh cinta dengan anak-anak dan keluyarga saya”.

Prinsip II: ‘Berdamai dengan Pasangan Anda’.
“Saya menerima pasangan saya seperti apa adanya. Kami tidak perlu harus sepenapat agar menjadi tim yang kompak. Saya akan tunjukkan rasaterimakasih saya kepada pasangan saya, dan belajar untuk membina hubungan timbal balik”.

Prinsip III: ‘Komunikasi Dua Arah’.
“Saya akan mengungkapkan perasaan saya secara terbuka, jelas, dan langsung sambil tetap menghormati pasangan saya. Karena saya percaya cara ini mendorong tumbuhnya dialog yang jujur, bermakna, dan positif di dalam keluarga saya”.

Prinsip IV: ‘Akrabi Lingkungan Terdekat Anda’.
“Lingkungan saya memberi dukungan tambahan yang dibutuhkan keluarga saya dalam perjuangan hidup”.

Prinsip V: ‘Arahkan Perilaku Anak Anda’.
“Saya akan bersikap jelas, tegas dan konsisten menyatakan harapan-harapa saya saat mengarahkan perilaku anak-anak. Namun anak-anak tetap merasa memiliki suara dan pilihan”.

Prinsip VI: Memelihara Hubungan Persaudaraan’.
“Saya akan mencintai semua anak saya sebagai inividu, dan saya akan meluangkan waktu untuk mengatakan kepada mereka bahwa saya menghargai minat mereka”.

Prinsip VII: ‘Pengaruh Teman Sebaya’.
“Meluangkan waktu untuk mengenal teman anak-anak saya merupakan hal penting bagi saya. Dan saya akan mningkatkan hubungan saya dengan anak-anak”.

Prinsip VIII: ‘Waktu untuk Spiritualitas dan Kegembiraan’.
“Saya akan meluangkan waktu setiap hari untuk kegembiraan, melalui senyuman, gelitikan, spiritualitas yang akan memupuk cinta kami”.
Delapan prinsip yang dikemukakan dua pakar psikologi klinis itu tentu saja menjadi salat satu dasar membangun ketahanan keluarga. Bila ketahanan dalam keluarga bisa dibangun demikian solid, niscaya keluarga bersangkutan akan dengan lebih mudah menciptakan keluarga sejahtera dan berkualitas. (sara)
Sumber :
http://www.bkkbn.go.id

Membakar Fighting Spirit Anda

Membakar Fighting Spirit Anda oleh Anthony Dio Martin

"Tidak ada satu pun di dunia ini yang dapat menggantikan ketekunan
dan keteguhan hati. Itulah kunci sukses."
(Calvin Coolidge)

Bulan lalu, kita baru saja mengenangkan jasa para pahlawan. Salah satu
ciri utama seorang pahlawan adalah semangat perjuangannya. Semangat
berjuang inilah yang mengantar bangsa ini mewujudkan cita-cita
kemerdekaannya.

Sementara itu, kalau kita melihat kilas jejak orang-orang sukses,
kita menemukan satu benang merah. Benang merah itu tak lain adalah
fighting spirit (semangat juang) untuk mencapai kesuksesan itu.
Fighting spirit sangat dekat dengan semangat berkompetisi secara luar
biasa. Hampir semua orang yang berprestasi memiliki fighting spirit
yang membuat mereka unggul.

Nah, bagaimana kualitas fighting spirit Anda dalam merengkuh
kesuksesan? Marilah kita simak bersama. Thomas Alva Edison dikenal
sebagai ilmuwan dan penemu luar biasa. Namun, kalau kita lihat latar
kehidupannya, Edison bukanlah orang yang cerdas-cerdas amat. Dia
gagal mengenyam pendidikan sampai selesai.

Diperkirakan IQ-nya hanya sekitar 110 sampai 120. Tuli sejak usia 11
tahun. Dia akrab dengan beragam penolakan. Namun, dia tidak pernah
patah arang. Sampai-sampai di laboratorium, dia menggoreskan catatan
kecil. Katanya," Kalau tidak ada pabrik yang mau membuat penemuan
saya, sayalah yang akan membuat pabrik itu." Baginya, pabrik atau
mati. Nah, semangat ini mirip adagium para pahwalan kita: merdeka
atau mati.

Sosok inspiratif lain adalah Napoleon Bonaparte. Setelah kalah
perang, Napoleon dibuang ke Pulau Elba. Di masa pembuangan itu,
Napoleon menuliskan kegeramannya. "Sejak kecil saya tidak bisa berada
di tempat lain selain berada di kelas teratas," katanya. Menurut
kesaksian istrinya Josephine, Napoleon tidak bisa menerima kekalahan
kecil. Bahkan, dalam permainan catur sekalipun. Dia akan berupaya
keras memenangi permainan.

Tak disangkal, semangat fighting spirit inilah yang membuat hasil-
hasil dan prestasi yang luar biasa diciptakan. Tanpa semangat ini,
kita hanya akan berakhir dengan rekor yang biasa-biasa dan sedang-
sedang saja. Mudah berpuas diri. Namun, semangat menjadi pemenang
itulah yang menciptakan rekor -rekor dunia dan berbagai hal yang
dianggap 'tidak mungkin' dapat dipatahkan.

Fighting spirit adalah semangat untuk berjuang tanpa mengenal
menyerah. Keinginan untuk membuktikan bahwa kita bisa menjadi jauh
lebih baik, bahkan bisa tampil menjadi pemenang meskipun harapan yang
ada tampaknya tipis sekali. Bicara tentang hal ini, salah satu contoh
yang baik adalah tatkala kita menonton film pertarungan Rocky Balboa
dalam film-film Rocky. Pertarungan yang diberikan Rocky adalah salah
satu contoh yang baik dari makna fighting spirit.

Fighting spirit ini berlaku dalam setiap aspek kehidupan yang kita
jalani. Fighting spirit mampu membuat kita mencapai level tertinggi
dalam prestasi kita. Hal ini berarti, kita tidak mudah menyerah dalam
bisnis yang kita jalani. Meski bertebaran komentar-komentar buruk di
sekeliling kita.

Tak patah arang

Tidak mudah patah arang saat di mana orang lain menyerah. Berani
menantang diri. Rela berkorban serta memberikan diri secara total
untuk mencapai suatu rekor prestasi. Dalam hal meraih tujuan bisnis,
membuktikan kualitas kerja, melebihi standar kebutuhan klien,
semuanya bisa kita capai dengan fighting spirit yang tinggi. Semangat
ini akan membuat orang bekerja secara tuntas dan prima.

Saya teringat kisah fighting spirit yang luar biasa dari seorang agen
asuransi. Saat itu, cita-citanya adalah bisa membawa kedua
orangtuanya ke luar negeri. Satu-satunya cara adalah memperoleh tiket
mengikuti konferensi di luar negeri, sehingga dia bisa membawa orang
tuanya.

Waktu untuk memenuhi target tinggal 2 bulan. Terlalu pesimistis, dan
kebanyakan agen pasti mengatakan bahwa dalam dua bulan angkanya
terlalu sulit dicapai. Namun, tidak demikian dengan rekan saya
tersebut. Dia membulatkan lagi cita-citanya. Memetakan lagi
rencananya. Lalu, mulai berjuang siang dan malam.

Waktu luangnya betul-betul ia pakai untuk mewujudkan cita-citanya
itu. Dan tatkala diumumkan siapa-siapa yang berhasil mengikuti
konferensi itu pada akhir tahun, namanya tercantum di situ. Dia
berlutut ke tanah, menangis penuh kebahagiaan.

Kisah lain yang cukup mengesan adalah Michael Jordan, maestro dunia
basket. Dirinya adalah bintang sejati yang tidak bisa menerima
tantangan. Sampai-sampai pada 1998, Jordan berkata kepada reporter
sebelum musim NBA mulai, "Kalau tidak ada tantangan, rasanya saya
tidak bisa menunjukkan kepiawaian saya".

Bahkan, pernah ketika pelatih dari New York Knick mengejeknya bahwa
Jordan berusaha berbaik-baik dengan pemainnya untuk mendapatkan
keuntungan di lapangan. Jordan begitu terbakar semangatnya, sehingga
dia melumatkan the Knicks dengan kemenangan telak unggul 53 skor.
Sebuah skor kemenangan yang fantastis.

Di bidang apa pun, para pahlawan dan orang-orang sukses ini menjadi
saksi pentingnya fighting spirit ini. Tunjukkan bahwa kita tidak
menerima begitu saja kritikan dan cercaan orang pada apa yang kita
lakukan. Bahkan tunjukkan kita bisa memberikan hasil yang jauh lebih
baik.

Jangan pula gampang menyerah sebelum pertandingan betul-betul usai.
Selama masih ada waktu, kita masih punya peluang untuk meraih
kemenangan dalam diri kita. Itulah yang kita pelajari dari Edison,
Napoleon, Rocky Balboa, si agen asuransi serta Michael Jordan.
Tanyakan sekali lagi, seberapa tangguh Anda telah berjuang?